Kopi memang diketahui memiliki
beberapa manfaat bagi tubuh. Kini ada lagi satu manfaat dari kopi yaitu
dipercaya dapat membantu mengobati pasien Hepatitis C.
Berdasarkan
studi baru diketahui pasien yang menerima perawatan peginterferon plus
ribavirin dan mengonsumsi 3 cangkir kopi dalam sehari memiliki
kemungkinan 2 kali lebih tinggi dalam merespons pengobatan dibanding
pasien yang tidak mau meminum kopi.
"Asupan kopi
telah dikaitkan dengan tingkat enzim hati yang rendah, mengurangi
perkembangan dari penyakit hati kronis dan mengurangi insiden kanker
hati," ujar Neal Freedman dari National Cancer Institute, seperti
dikutip dari Indiavision, Jumat (10/6/2011).
Meski
begitu hubungan antara respons terhadap pengobatan anti-HCV dengan
konsumsi kopi belum sepenuhnya diketahui oleh para peneliti. Penelitian
ini sendiri telah dilaporkan dalam jurnal Gastroenterology.
Diketahui
sekitar 75 persen orang yang terinfeksi hepatitis C tidak memiliki
gejala saat pertama kali didiagnosis, dan 25 persen sisanya mengeluh
kelelahan, kehilangan nafsu makan, nyeri otot atau demam. Sedangkan
kondisi kulit dan mata yang menguning jarang terjadi pada tahap awal
infeksi.
Biasanya
diagnosis awal dari hepatitis C diketahui melalui pemeriksaan darah
yang menunjukkan adanya peningkatan kadar enzim di hati, tanda kerusakan
hati yang menjadi petunjuk pertama kemungkinan adanya infeksi.
Di
seluruh dunia diperkirakan ada sekitar 130-170 juta orang yang terkena
hepatitis C, dan sekitar 70-80 persen menjadi infeksi kronis. Ketika
infeksi sudah kronis mulai mengalami efek dari peradangan persisten yang
disebabkan oleh reaksi kekebalan tubuh terhadap virus.
Virus
hepatitis C adalah virus yang secara genetik amat variatif dan memiliki
angka mutasi tinggi, sehingga memungkinkan generasi virus yang beraneka
ragam. Akibatnya belum ada vaksin yang berhasil dibuat untuk mencegah
infeksi virus hepatitis C.

Orang
yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi
telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Gejala-gejala di bawah ini ada
yang tidak dirasakan oleh penderitanya seperti:
- Lelah
- Hilang selera makan
- Sakit perut
- Urin menjadi gelap
- Kulit atau mata menjadi kuning (jaundice) jarang terjadi.
Infeksi
virus hepatitis C juga disebut sebagai infeksi terselubung (silent
infection) karena pada infeksi dini seringkali tidak bergejala atau
tidak ada gejala yang khas sehingga seringkali terlewatkan.
Virus
ini menjadi salah satu penyebab penyakit hati kronik seperti sirosis
dan kanker hati yang merupakan penyebab tersering transplantasi hati.
Sirosis terjadi pada 10-20 persen penderita hepatitis C kronik, dan
kanker hati terjadi pada 1-5 persen penderita hepatitis C kronik dalam
waktu 20-30 tahun. Serta sekitar 80 persen orang yang baru terinfeksi
penyakitnya akan terus berkembang menjadi infeksi kronik.
Virus
hepatitis C ditularkan lewat darah yang jalan utama infeksinya berasal
dari transfusi darah atau produk darah yang belum diskrining
(pemeriksaan), saling tukar jarum suntik oleh pengguna narkoba suntik
(injecting drug user/IDU) serta jarum atau alat tato dan tindik yang
tidak steril.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar